Senin, 28 Desember 2015

Cara Menggunakan Kompas

Teknik menggunakan Kompas adalah salah satu materi wajib dalam Pendidikan Dasar (Diksar) Penggiat Alam, jadi untuk melakukan kegiatan di alam bebas seperti mendaki gunung tidak cukup menggendong carrier dan berpakaian necis ala alay masuk Mall
Kompas adalah alat yang berfungsi untuk menunjukkan arah mata angin. Dan bagi para penggiat alam, haruslah mengetahui dengan benar tentang kompas dan kinerjanya. 
Bahwasannya, dengan mengetahui dan bisa membaca peta dengan arah kompas, maka kemungkinan sobat greener FHI akan tersesat menjadi semakin kecil. Penting sebenarnya bagi penggiat alam bebas, tetapi banyak yang belum menggunakannya.
Bagian - bagian penting dari Kompas :
1. Dial, adalah permukaan Kompas dimana tertera angka derajat dan huruf mata angin.
2. Visir, adalah lubang dengan kawat halus untuk membidik sasaran.
3. Kaca Pembesar, digunakan untuk melihat derajat Kompas.
4. Jarum Penunjuk adalah alat yang menunjuk Utara Magnet.
5. Tutup Dial dengan dua garis bersudut 45° yang dapat diputar.
6. Alat Penyangkut adalah tempat ibu jari untuk menopang Kompas saat membidik. 

Cara Mempergunakan Kompas :
1. Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum Kompas tidak bergerak maka jarum tersebut dan menunjukkan ARAH UTARA MAGNET
2. Bidik sasaran melalui Visir, melalui celah pada, kaca pembesar, setelah itu miringkan kaca pembesar kira - kira bersudut 50° dengan kaca dial. 
Kaca pembesar tersebut berfungsi sebagai :
a. Membidik ke arah Visir, membidik sasaran.
b. Mengintai derajat Kompas pada Dial.

3. Apabila Visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, sobat greener FHI bisa luruskan garis yang terdapat pada tutup Dial ke arah Visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah terlihat melalui kaca pembesar


4. Apabila sasaran bidik 30° maka bidiklah ke arah 30°.
Sebelum menuju sasaran, tetapkan terlebih dahulu Titik sasaran sepanjang jalur 30°. Carilah sebuah benda yang menonjol / tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30° tidak selalu datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah.
Ditempat itu spbat greener FHI Melambung ( keluar dari route ) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30 derajat.
5. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu Sasaran Balik ( Back Azimuth atau Back Reading ) agar sobat greener FHI dapat kembali kepangkalan apabila tersesat dalam perjalanan.


Cara melihat Kompas dan membidik sasaran
Rumus Back Azimuth / Back Reading
1. Apabila sasaran kurang dari 180 derajat = ditambah 180 derajat
0 derajat – 180 derajat = X + 180 derajat

2. Apabila sasaran lebih dari 180 derajat = dikurang 180 derajat
180 derajat – 360 derajat = X – 180 derajat
Contoh :
30 derajat sasaran baliknya adalah 30 derajat + 180 derajat = 210 derajat

240 derajat sasaran baliknya adalah 240 derajat – 180 derajat = 60 derajat
Mata Angin
U = Utara : 0° atau 360°
TL = Timur Laut : 45°
T = Timur : 90°
TG = Tenggara : 135°
S = Selatan : 180°
BD = Barat Daya : 225°
B = Barat : 270°
BL = Barat laut : 315°

MENENTUKAN ARAH MATA ANGIN
Menentukan arah mata angin ( Utara Magnet ) dapat sobat greener FHI lakukan dengan berbagai cara dengan tanpa menggunakan kompas, antara lain :
1. Makam / kuburan orang Islam.
2. Tempat ibadah ( Masjid / Musholah ).
3. Terbitnya matahari / bulan.
4. Lumut pada pohon. ( lumut akan selalu di barat batang pohon )
5. Pucuk / ujung daun pada pohon.
6. Silet.
7. dll.
Read more

Sejarah Pramuka Di Indonesia

Scouting yang di kenal di Indonesia dikenal dengan istilah Kepramukaan, dikembangkan oleh Lord Baden Powell sebagai cara membina kaum muda di Inggris yang terlibat dalam kekerasan dan tindak kejahatan, beliau menerapkan scouting secara intensif kepada 21 orang pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea selama 8 hari pada tahun 1907. Pengalaman keberhasilan Baden Powell sebelum dan sesudah perkemahan di Brownsea ditulis dalam buku yang berjudul “Scouting for Boy”.
Melalui buku “Scouting for Boy” itulah kepanduan berkembang termasuk di Indonesia. Pada kurun waktu tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan.
Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan Bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan Bangsa.
Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.
Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama GERAKAN PRAMUKA yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang TUNAS KELAPA di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961.
Meskipun Gearakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.
Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan pentingnya oleh kaum muda, akibatnya pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak. Menyadari hal tersebut maka pada peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-45 Tahun 2006, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Pelaksanaan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang antara lain dalam upaya pemantapan organisasi Gerakan Pramuka telah menghasilkan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang GERAKAN PRAMUKA.
Sumber : http://pramuka.or.id/
Read more

Minggu, 04 Oktober 2015

Teknologi Tepat Guna Pramuka

Teknologi Tepat Guna Pramuka berasal dari gabungan dua terminologi, yaitu “teknologi tepat guna” dan “pramuka”. Pengertian “teknologi tepat guna” adalah jenis teknologi yang didesain dan diperuntukan bagi masyarakat tertentu. Teknologi yang dirancang harus disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Selain habitabel  (disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan), teknologi tepat guna haruslah dapat menghemat sumber daya, mudah dirawat, dan tidak mencemari lingkungan jika dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya padat modal dan mencemari lingkungan. Sejarah dan definisi teknologi tepat guna dapat dilihat pada tulisan “Sejarah dan definisi teknologi tepat guna” di website ini. Sedangkan “pramuka” merupakan nama organisasi pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. “Pramuka” singkatan dari praja muda karana yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.
Dari kedua terminologi tersebut teknologi tepat guna pramuka dapat didefinisikan sebagai teknologi praktis dan habitabel dengan karaktristik teknologi tepat guna (hemat sumber daya, mudah dirawat, mudah didapat dll) yang dapat digunakan anggota pramuka untuk berkarya dalam hubunganya dengan alam dan manusia disekitarnya. Dengan mempelajari teknologi tepat guna diharapkan anggota pramuka dapat beradaptasi dengan alam dan manusia dengan memanfaatkan teknologi sehingga mempermudah pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari.
Saat ini sangat jarang artikel teknologi tepat guna pramuka yang terpublikasi di media cetak maupun elektronik. Artikel ini diharapkan memperkaya artikel mengenai teknologi tepat guna pramuka. Salah satu artikel mengenai teknologi tepat guna pramuka dapat dilihat adalah teknologi tepat guna bidang kepramukaan yang juga dapat diakses di website ini.
Banyak sekali contoh teknologi tepat guna pramuka yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ataupun ketika anggota pramuka ada di lapangan , contoh teknologi tepat guna pramuka tersebut dapat dikategorikan dalam beberapa bidang antara lain :
Bidang Pengolahan Air
  • Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air dengan Koagulan alami
  • Pasteurisasi Air Tenaga Surya
  • Penjernihan Air dengan menggunakan Arang Sekam Padi
Bidang Pengolahan Sampah
  • Pengomposan limbah rumah tangga dengan keranjang takakura
  • Pengomposan sampah dengan berbagai metode
  • Daur ulang sampah
Bidang Survival
  • Navigasi darat
  • Menyalakan api tanpa korek
  • Pemanfaatan tanaman sekitar untuk bertahan hidup
Dari berbagai bidang tersebut tentunya masih banyak teknologi tepat guna pramuka yang masih dapat diterapkan dibidang lain. Teknologi tepat guna pramuka juga dapat disesuikan dengan tingkatan keanggotaan pramuka. Misalnya teknologi tepat guna pramuka siaga, teknologi tepat guna pramuka penggalang, teknologi tepat guna pramuka penegak, dan teknologi tepat guna pramuka pandega. Semakin tinggi  kerumitan kerumitan teknologi yang diterapkan maka teknologi tersebut ditujukan untk anggota pramuka level tinggi.
Read more